Website Resmi Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, PP dan PA Kabupaten Madiun

KONTAK 0351-464381
EMAIL bkkbn_kabmadiun@yahoo.com
  • Home
  • /
  • Publikasi KIE “Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor” dalam rangka Harganas ke 27, Tahun 2020

Publikasi KIE “Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor” dalam rangka Harganas ke 27, Tahun 2020

Program KB yang dijalankan Dinas PPKB, PPPA Kabupaten Madiun selama ini memberikan hasil yang cukup baik dalam mengendalikan angka kelahiran. Hal ini terlihat dengan cukup rendahnya angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) atau angka fertilitas total yang merupakan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan selama masa reproduksinya. TFR Kab. Madiun tahun 2017 sebesar 2,19 dan tahun 2018 sebesar 2,23. Target kami pada tahun 2023 angka TFR di Kabupaten Madiun adalah 2,1. Selain itu Laju Pertumbuhan Penduduk ( LPP ) juga mengalami tren penurunan setiap tahunnya. Angka LPP tahun 2018 sebesar 0,22 dan LPP tahun 2019 sebesar 0,19.

Untuk mempertahankan keberhasilan dalam program kependudukan dan KB maka penggunaan alat kontrasepsi KB selama masa pandemi harus tetap berjalan. Sebab, salah satu yang menjadi ancaman nyata di Indonesia akibat adanya pandemi covid-19 adalah terjadinya baby boom atau ledakan penduduk karena kekhawatiran menurunnya angka partisipasi KB. Dengan upaya-upaya tadi Dinas PPKB, PPPA Kabupaten Madiun berharap dapat mengantisipasi peningkatan angka kelahiran pasca pandemi covid-19. Pemahaman masyarakat tentang konsep perencanaan keluarga menjadi  salah satu faktor kunci untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Selain itu juga merupakan factor penting dan berkaitan dengan kualitas generasi mendatang yang lebih baik.

Pandemi Covid 19 mempunyai dampak yang sangat besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, dan ini terjadi hampir di seluruh dunia. Dampak tersebut meliputi kesehatan, ekonomi, sosial, keamanan dan banyak lagi dampak lainnya, termasuk berdampak juga pada pelaksanaan program KB. Di Kabupaten Madiun walaupun dampaknya tidak terlalu signifikan akan tetapi patut untuk diwaspadai. Apabila dilihat dari data laporan rutin Dinas PPKB, PPPA adanya beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian. Indikator yang pertama adalah menurunnya jumlah peserta KB Baru ( PB ).

Apabila dibandingkan data PB bulan Maret sampai dengan Mei tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2020 maka terdapat penurunan PB sebesar 840 akseptor.Walaupun disisi lain jumlah Peserta KB Aktifnya cenderung stabil. Jika dilihat dari indikator jumlah Pasangan Usia Subur yang hamil maka dapat dijelaskan bahwa pada bulan April 2020 mengalami peningkatan sebanyak 21 orang, sedangkan bulan Mei 2020 mengalami peningkatan sebanyak 87 orang.

Strategi yang dilaksanakan oleh Dinas PPKB, PPPA untuk mengantisipasi terjadinya baby boom salah satunya adalah dengan Publikasi & KIE melalui Siaran Keliling menggunakan Mupen KB. Kegiatan ini bersinergi dengan TNI (Kodim 0803 Madiun). Pelaksanaannya mulai tanggal 18 – 20 Juni 2020 di 9 Kecamatan. Dalam kegiatan tersebut Dinas PPKB, PPPA dan Penyuluh KB bersama dengan anggota Koramil memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada masyarakat dengan sasaran pasar, pusat keramaian dan desa – desa sambil membagikan masker.

Dalam KIE tersebut, informasi yang diberikan adalah setiap keluarga diharapkan menunda kehamilan selama masa pandemi ini. Oleh karena itu, bagi Pasangan Usia Subur harus memastikan terlindungi dengan kontrasepsi.

Untuk mengingatkan PUS terhadap pentingnya merencanakan keluarga dan pemakaian kontrasepsi, maka dalam rangka Harganas ke 27 akan diselenggarakan PELAYANAN KB SERENTAK mulai tanggal 25  – 29 Juni 2020, meliputi :

  1. MOW (Medis Operasi Wanita) yang dilaksanakan di Rumah Sakit (bagi ibu bersalin)
  2. IUD, implant, di Puskesmas, Pustu, dan Polindes.
  3. Suntik, di Praktek Mandiri Bidan
  4. Pil dan kondom, akan dibagikan ke rumah akseptor pada tanggal 25 Juni 2020.
  5. MOP (Medis Operasi Pria) bisa diikuti oleh bapak, yang dilaksanakan di RSUD Caruban.

Selain informasi tentang perencanaan keluarga, juga diberikan informasi tentang pentingnya masyarakat untuk menyongsong tatanan New Normal dengan JURUS JITU, yaitu :

Jika keluar rumah jangan lupa menggunakan masker,

Ingat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin,

Tetap jaga jarak tidak jabat tangan dan hindari kerumunan,

Upaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, minum vitamin, olahraga, berjemur secara teratur dan istirahat cukup.

Terakhir, ditekankan kepada PUS untuk :

  • Jaga Kesehatan
  • Tunda Kehamilan selama pandemi
  • Jangan lupa berKB
  • Jadilah keluarga hebat terencana
  • Berencana itu keren
  • Dua anak lebih sehat